1 Saling Bangun Hidup Rohani. Hal terpenting yang perlu disiapkan sebelum menikah adalah tubuh rohani kamu dan pasangan. Kebahagiaan rumah tangga tidak datang dengan sendirinya, tetapi butuh usaha. Dengan hidup kerohanian yang kuat, kamu akan merasa lebih aman di dalam Tuhan. Tanpa dasar rohani yang benar dan kokoh, pernikahan kamu akan rapuh.
TipsMengatur Keuangan ala Miliarder. Joko Sastrowidodo August 19, 2020 1 0. Joko Sastrowidodo August 19, 2020. Save Saved Removed 0. FINTEKASIA - Hai sobat FintekAsia! Mungkin selama ini Anda sering bertanya-tanya, mengapa ada orang yang bisa mengatur uangnya sedemikian rupa hingga menjadi jutawan. Di sisi lain, ada juga yang kesulitan
Ciriciri ekonomi syariah adalah sebagai berikut: 1. Ekonomi Rabbani. Ekonomi rabbani diambil dari kata rabb yang berarti tuhan. Sifat ini diantaranya adalah sumber landasan ekonomi syariah berasal dari tuhan dan juga peranan tuhan tidak dapat dipisahkan dari kondisi pasar, serta tujuan dari sistem ini adalah mendapatkan ridha dari tuhan.
SuksesMenurut Kitab Amsal. Setiap orang pasti ingin menjadi orang yang sukses atau berhasil di dalam hidupnya. Dan itu adalah hal yang wajar, tak terkecuali bagi setiap orang percaya. Sukses bukanlah hal yang salah. Tuhan tidak pernah melarang kita untuk sukses. Tuhan malah ingin agar kita menjadi orang yang sukses dalam hidup ini, bukan saja
Sayaselalu senang dan bangga dengan Alkitab yang adalah firman Tuhan. Karena firman Tuhan memberikan pedoman kepada saya untuk melangkah seturut kehendak-Nya. Kisah-kisah para rasul, silsilah-silsilah, puisi indah, perintah, berkat, dan janji-janji Tuhan tidak pernah habis untuk dipelajari dan digali. Namun, kadang saya juga bingung bagaimana cara yang tepat untuk membaca dan menggali Alkitab
5Tips Mengatur Keuangan Sehari-hari, Milenial Wajib Tahu! Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran yang berbunyi: Tak ada Tuhan yang berhak disembah selainMu, Engkaulah Yang
. Sumber / 14 April 2022 Claudia Jessica Official Writer Kita tahu bahwa segala sesuatu memiliki pedoman dan telah tuliskan di dalam Alkitab. Tak terkecuali soal keuangan. Alkitab sendiri sering kali membahas prinsip soal keuangan yang seharusnya dihidupi oleh orang Kristen. Hal ini juga seharusnya membuat kita semua menjadi lebih akrab dengan apa yang dikatakan firman Tuhan soal uang, sehingga kita bisa hidup seturut dan sejalan dengan Firman Tuhan. Kita semua masih sama-sama belajar dalam hal ini, kita juga bertumbuh dalam iman dan kita juga tumbuh seiring pembelajaran ini. Namun jika kamu sedang bergumul atas permasalahan tertentu, disarankan untuk berdoa pada Tuhan dan minta bantuan-Nya. Baca juga Kembangkan Bisnis Kita Dengan 5 Hal Alkitabiah Ini Inilah yang dikatakan Alkitab soal prinsip keuangan 1. 1 Timotius 610 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. TB Dikatakan bahwa bukan uang yang merupakan kejahatan melainkan cinta uang itu sendiri. Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan. Dapat kita lihat perbedaannya dimana uang hanyalah alat dan itu tidak jahat. Namun bukan berarti karena kamu tidak memiliki uang artinya kamu tidak cinta uang. Atau karena uang di rekening sangat banyak lantas menjadikan kamu cinta uang. Jadi bukan tentang seberapa banyak uang yang kamu miliki namun lebih kepada sikap dan hati kita terhadap uang itu sendiri. 2. Maleakhi 310 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. TB Apakah perpuluhan adalah hal yang wajib? Perpuluhan adalah ucapan syukur atas berkat melimpah yang Tuhan sudah berikan. Kesetiaan dan keralaan untuk memberi kepada Tuhan adalah bukti kasih yang tulus kepada-Nya. Sebagai orang Kristen, kita tidak lagi dipanggil untuk mendukung pembangunan dan pemeliharaan Bait Suci Yerusalem. Kita dipanggil untuk mendukung pekerjaan Yesus. Karya Yesus adalah bangunan gereja. Ketika Anda memberi uang ke gereja yang berpusat pada Injil, Anda sedang berinvestasi bagi kemuliaan Tuhan. Baca juga Hutang Berjibun dan Krisis Keuangan? Ikutilah Prinsip Alkitabiah Ini Untuk Menang Kembali! 3. Kisah Para Rasul 2035 "Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." TB Ini berhubungan kembali dengan poin nomor 2 yang pada dasarnya adalah memberi kita perubahan. Paulus, yang aktif bekerja sebagai misionaris mengatakan ini kepada Gereja Filipi. Dalam semua doaku untuk kalian semua, aku selalu berdoa dengan gembira karena persekutuan kalian dengan injil. Ketika kita berinvestasi pada diri sendiri, sering kali yang merasakan dampaknya hanyalah kita sendiri. Namun, ketika kita berinvestasi untuk orang lain, keuntungan yang akan kita dapatkan lebih dari sekedar uang. Melainkan sukacita yang luar biasa karena kita bisa memberi dampak bagi kehidupan orang lain. 4. Amsal 227 Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi. TB Kita adalah budak dosa dan Yesus datang untuk membebaskan kita. Aku percaya bahwa Tuhan ingin melihat anak-anaknya hidup bebas dari hutang, dan kabar baiknya adalah Tuhan ingin membantu kita menjadi bebas dari hutang. 5. Filipi 419 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. TB Jika memang benar adalah orang percaya, sangat konyol jika kita mempercayai selain Tuhan. Semua pekerjaanmu, asetmu, keluargamu bahkan kesehatanmu, semuanya itu adalah pemberian Tuhan. Jadi, apa yang kamu takutkan? Milikilah akar yang kuat dalam Kristus, hidup seturut dan serupa dengan-Nya, hidupi firman-Nya. Selalu kuatkan akar kita di dalam Kristus melalui setiap firman-Nya. Baca juga Memerangi Kekhawatiran dan Ketakutan Lewat 3 Senjata Alkitabiah Yang Powerful! Sumber youtube SeedTime Money Halaman 1
“Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya” Lukas 14-28-30 Menghadapi kenaikan harga barang setelah harga BBM naik menyebabkan kita harus berpikir ekstra dalam mengatur keuangan, baik itu untuk pribadi, keluarga, bahkan dalam wadah yang lebih besar lagi. Besar pasak daripada tiang merupakan hal yang harus dihindari. Jangan sampai pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan. Jika hal ini terjadi, maka peluang untuk berhutang akan terbuka. Semakin banyak hutang, maka keuangan akan semakin berantakan. Firman Tuhan mengajarkan agar kita tidak berhutang Rom 138, bahkan dalam kitab Lukas kita diajarkan untuk membuat perincian anggaran keuangan kita. Ini diperlukan agar seluruh kebutuhan hidup kita, misal untuk kebutuhan selama satu bulan, dapat terpenuhi semuanya. Beberapa hal yang perlu diingat dan dilakukan agar keuangan rumah tangga sehat 1. Berdoa dan mengucap syukur untuk berkat yang sudah Tuhan berikan Mar 641. Sebesar atau sekecil apapun berkat yang kita terima patut disyukuri. 2. Kembalikan persepuluhan, karena ini adalah milik Tuhan Mal 310-11. Belajar memprioritaskan persepuluhan ketika kita menerima berkat dariNya. 3. Belajar untuk memberi Luk 638. Memberi adalah salah satu kunci berkat. Jadilah saluran berkat bagi orang lain juga. Berikut beberapa tips untuk mengatur keuangan Anda 1. Buat anggaran kebutuhan Buatlah anggaran semua kebutuhan Anda untuk periode 1 minggu atau 1 bulan sesuaikan dengan periode pemasukan/gaji Anda. Jangan membuat anggaran yang melebihi dari pemasukan, supaya tidak besar pasak dari tiang. 2. Pangkas setiap pengeluaran yang tidak perlu Setiap pengeluaran yang dilakukan harus sesuai dengan anggaran yang dibuat. Jangan membuat pengeluaran di luar anggaran Anda. Ingat bahwa kebutuhan berbeda dengan keinginan. Kita harus belajar untuk mengesampingkan keinginan dahulu agar keuangan kita dapat dipulihkan. Anda akan tetap hidup jika keinginan tidak terpenuhi. Akan ada waktunya dimana keinginan Anda akan diberikan oleh Tuhan. 3. Catat setiap pengeluaran Ini mungkin hal yang sepele. Tetapi ketika hal ini dilakukan, maka kita dapat memantau setiap sen dari pengeluaran kita. Akan banyak hal-hal yang tidak kita sadari dapat terungkap melalui catatan tersebut. Seringkali ditemukan bahwa ternyata pengeluaran yang kecil-kecil dapat menghabiskan anggaran kita. 4. Evaluasi pengeluaran Lakukan evaluasi tiap akhir bulan untuk pengeluaran-pengeluaran yang telah dilakukan. Ada beberapa pengeluaran yang tidak penting yang dapat kita pangkas, misal jalan-jalan atau rekreasi, cukup satu kali dalam sebulan, jangan berlebihan. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar” Luk 1610a. Marilah kita belajar untuk menjadi orang yang dapat dipercaya oleh Tuhan. Setiap harta kekayaan yang kita miliki adalah titipan Tuhan bagi kita, dan Dia ingin agar kita dapat mengelolanya dengan baik. Jika kita setia, maka Tuhan akan senantiasa mempercayakan perkara yang jauh lebih besar lagi. Credit.
Jakarta, IDN Times - Tahun baru, perencanaan baru. Keinginan untuk lebih baik lagi dibanding tahun sebelumnya, khususnya soal finansial, tentu menjadi harapan banyak orang. Memasuki 2022 ini, banyak orang yang ingin lebih baik lagi dalam mengatur finansialnya, dalam hal ini keuangan. Mengatur keuangan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Kerap kali, gaji atau penghasilan sudah menipis di awal atau pertengahan bulan. Padahal, gaji bulan berikutnya masih lama utama dari gaji adalah kebiasaan boros. Seseorang yang boros akan sulit mengatur keuangan. Padahal, jika sudah bisa mengatur keuangan, tentunya hidup akan lebih teratur. Pengaturan keuangan yang baik akan membuat penghasilan atau gaji bertahan hingga akhir Lifepal, Selasa 4/12/2021, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidak boros. Simak, ya! Baca Juga Dana KUR Bakal Naik Jadi Rp285 Triliun Lebih di 2022 1. Semua pemasukan dan pengeluaran harus dicatatIDN Times/Arief Rahmat Sebenarnya, mencatat pemasukan dan pengeluaran tidak akan memakan waktu lama, terutama jika rutin dilakukan setiap hari. Dengan pencatatan keuangan, kamu bisa mengetahui seberapa besar kebutuhanmu dalam 1 semua orang bisa menjawab biaya kebutuhannya per bulan, lho! Padahal, itu hal yang penting untuk bisa mengendalikan pengeluaranmu, agar tidak berbelanja barang-barang yang tidak baik lagi, kamu mencatat seluruh pengeluaranmu berapa pun nominalnya. Misalnya, Rp2 ribu untuk membayar parkir di minimarket, itu juga sebaiknya Tetapkan tujuan finansialIlustrasi Asuransi IDN Times/Mardya Shakti Apa itu tujuan finansial? Tujuan finansial adalah target pencapaian dari kerja kerasmu. Misalnya, dalam 5-10 tahun ke depan kamu berencana untuk membeli rumah, mobil impian, berlibur ke negeri impan, dan finansial akan memberimu motivasi untuk menabung, sehingga tidak membelanjakan seluruh uang yang kamu Buat anggaran yang realistisIlustrasi Uang. IDN Times/Aditya Pratama Agar kamu tidak boros, kamu juga perlu membuat anggaran dari kebutuhan-kebutuhan kamu setiap bulan. Pastikan kamu membuat anggaran yang realistis, ya!Nah, anggaran ini juga mencakup tabungan. Kamu harus bisa mengalokasikan penghasilanmu untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan seperti apa anggaran yang realistis? Misalnya, kamu ingin bisa berlibur ke luar kota setiap bulannya. Padahal, biaya berlibur ke luar kota cukup besar, bahkan bisa saja mencapai 30 persen dari gaji. Nah, sebaiknya kamu tak perlu menganggarkan biaya untuk liburan ke luar kota setiap bulan. Atau jika kamu tetap ingin menganggarkannya, maka tentukanlah nominal yang pantas, tanpa mengorbankan kebutuhan-kebutuhan lain dan tabunganmu. Baca Juga Pebisnis Wajib Tahu! Ini Cara Daftar Merchant LinkAja 4. Catat pengeluaranmu di aplikasi ponselIlustrasi Uang Digital. IDN Times/Aditya Pratama Saat ini, banyak sekali aplikasi untuk mencatat pengeluaran, baik yang tersedia di ponsel pintar android maupun itu, beberapa aplikasi catatan keuangan juga sudah disertai dengan fitur yang lengkap seperti laporan keuangan pribadi hingga kategori setiap pengeluaran dan pemasukan, sehingga memudahkan kamu mengetahui ke mana saja pos pengeluaranmu selama ini. Kamu juga bisa mengklasifikasikan kategori pada masing-masing pengeluaran kamu, misal untuk transportasi, makan, hingga aplikasi pencatat keuangan pribadi yang direkomendasikan Lifepal, antara lain Uangku Mint Money Lover Monefy Wallet AndroMoney Penny Catatan Keuangan Harian Spendee. 5. Hindari berutangilustrasi utang IDN Times/Aditya Pratama Hindarilah berutang, terutama untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak darurat atau tidak penting. Jangan tergiur dengan tawaran-tawaran yang bisa menyebabkan dompetmu kering. Jika ingin membeli sesuatu, sebaiknya menabung terlebih begitu, berutang tidaklah dilarang. Namun, sebaiknya untuk membeli aset yang nilainya akan terus bertambah setiap tahunnya, seperti tanah atau juga kamu menghitung rasio utang yang kamu miliki terhadap penghasilanmu ya. Kamu harus memastikan utang yang kamu miliki tak lebih dari 30 persen dari penghasilan bulananmu. Sebab, jika lebih dari 30 persen, keuangan kamu bisa Mulai berinvestasiIlustrasi Investasi. IDN Times/Aditya Pratama Investasi adalah cara meningkatkan penghasilan di luar penghasilan pokok. Kamu bisa memiliki aset yang nilainya terus naik dengan ini, memulai investasi sangatlah mudah. Ada banyak instrumen investasi yang cocok untuk pemula. Mulai dari reksa dana hingga emas fisik. Pastikan kamu memilih investasi yang sesuai dengan profil risiko. Baca Juga 5 Pertimbangan Penting saat Diterima Kerja dengan Gaji Minim 7. Membedakan antara kebutuhan dan keinginanIlustrasi belanja online IDN Times/Arief Rahmat Kamu juga harus bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan agar tidak kali, orang membeli apa yang dia mau dengan kedok self reward. Namun, kalau tidak dikontrol, tentu kedok self reward ini bikin pengeluaran kamu malah makin besar dan akhirnya kebutuhan-kebutuhan penting lainnya tidak kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian untuk bekerja, tagihan atau cicilan, dan Alokasikan dana daruratilustrasi uang IDN Times/Aditya Pratama Memiliki dana darurat juga salah satu bagian dari mengatur keuangan pribadi. Tapi perlu diingat, dana darurat hanya digunakan untuk kebutuhan darurat, bukan kebutuhan dana darurat pada seseorang bisa berbeda-beda, tergantung status dan pekerjaannya. Kalau kamu masih single, kamu bisa mengumpulkan dana darurat 3-6 kali dari pengeluaran bulanan kamu sudah menikah dan memiliki tanggungan, maka dana darurat kamu sebaiknya 6-12 kali dari pengeluaran bulanan. Dana yang harus disisihkan untuk dana darurat adalah sekitar 5 persen dari penghasilan Buat rekening terpisahIlustrasi Bank. IDN Times/Aditya Pratama Untuk mencegah keborosan, sebaiknya kamu membuka rekening bank baru untuk memisahkan rekening tabungan dengan rekening untuk kebutuhan cara tersebut, kamu bisa menjaga tabungan agar tetap utuh, dan terhindar dari godaan-godaan yang bisa menguras uang. Baca Juga Intip Peluang Investasi 2022, yuk Cuan di Tahun Baru! 10. Punya asuransiIlustrasi Asuransi IDN Times/Aditya Pratama Memiliki asuransi juga sangat penting agar keuangan kita bisa teratur. Asuransi akan sangat membantu ketika kamu menghadapi kejadian tak terduga seperti penyakit, mobil rusak, rumah kebakaran, hingga meninggal akan melindungi tabungan dan aset-aset yang kamu miliki. Misalnya, ketika kamu ke rumah sakit, kamu tak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk membayar biaya pemeriksaan, karena kamu sudah memiliki kamu memilih agen dan perusahaan asuransi yang tepat, agar manfaat yang kamu terima sesuai keinginanmu, ya! Baca Juga Begini Tips Memilih Perusahaan Asuransi yang Baik dan Benar
J. Hampton Keathley, Pendahuluan Salah satu tipuan setan yang paling jitu adalah pemikiran bahwa kebahagiaan ada di dalam hal-hal yang kita miliki. Melalui dusta ini, dia telah membuat berhala lembu emas dan ilah yang disebut materialisme. Seperti anjing menggonggong di tengah jalan, setan membujuk setiap orang yang lewat, “datanglah, jilatlah kakinya, beli, jual, dapatkan keuntungan, dan miliki, itu semua akan membuat anda bahagia.” Saudaraku, meskupun kita telah diselamatkan, kita tidaklah bebas dari sasaran setan atau terlepas dari virus materialisme. Seperti suatu wabah, hal itu menjangkiti kita disetiap sudut televisi, media cetak, baliho, etalase dan jalanan. Godaan materialisme ada dimana-mana dan berusaha masuk ke dalam hidup kita melalui pesan yang indah dan manis didengar. Alkitab telah memperingatkan kita untuk waspada dan berjaga-jaga terhadap tipu muslihat setan 1 Pet. 113; 58. Mengapa? Karena, jika kita tidak berjaga-jaga, setan akan mengubah fokus kita dari melayani Tuhan secara pelan-pelan menjadi melayani iblis 1 Pet. 29. Uang adalah perkara kecil Lukas 1610. Kenapa? Karena uang tidak bisa membeli dan memberi kebahagiaan. Uang tidak bisa memberikan hidup kekal atau makna hidup yang sejati Yes. 551-3; Why. 317-18. Tetapi, tidak ada yang lebih memperlihatkan hubungan kita dengan Tuhan seperti sikap kita terhadap uang. Yesus Kristus menjelaskan bahwa salah satu tanda seseorang memiliki kehidupan rohani yang sehat adalah memiliki sikap yang benar terhadap harta. Enambelas dari tigapuluh delapan perumpamaan Yesus berkaitan dengan uang. Satu dari sepuluh ayat dalam Perjanjian Baru berkaitan dengan keuangan. Alkitab memiliki 500 ayat mengenai doa, kurang dari 500 ayat mengenai iman, tapi lebih dari 2,000 ayat mengenai uang. Uang merupakan masalah yang sangat penting karena sikap seseorang terhadapnya sangat menentukan seperti apa hubungannya dengan Tuhan, berkenaan dengan pemenuhan rencanaNya dalam hidup ini. Tanggung Jawab Perencanaan Tanpa perencanaan yang didasarkan atas nilai, tujuan, prioritas Alkitab, uang menjadi tuan yang jahat dan, seperti daun yang masuk ke dalam pusaran angin, kita hanyut ke dalam pengejaran dunia akan harta Luk. 1213-23; 1 Tim. 66-10. Perencanaan keuangan adalah suatu yang Alkitabiah dan itu merupakan pelayanan yang baik, untuk terlepas dari ilah materialisme, dan merupakan cara untuk melindungi diri dari membuang-buang berkat yang Tuhan percayakan pada kita Ams. 2723-24; Luk. 1428; 1 Kor. 1440. Perencanaan keuangan harus dilakukan di dalam ketergantungan pada perintah Tuhan dan dalam iman di mana kita bergantung pada Tuhan untuk keamanan dan kebahagiaan daripada kekuatan kita sendiri Ams. 161-4, 9; Maz. 371-10; 1 Tim. 617; Fil. 419. Tanggung Jawab Disiplin Jika perencanaan keuangan kita adalah bekerja, ini membutuhkan disiplin dan komitmen sehingga rencana kita diwujudkan dalam tindakan. Kejujuran keuangan merupakan aspek penting dalam pertumbuhan rohani 2 Kor. 87. Tapi pertumbuhan rohani membutuhkan disiplin 1 Tim. 48; 63-8. Maksud baik bukan berarti tanpa rencana yang diwujudkan ke dalam tindakan. Tanggung Jawab Pelayanan Kejujuran keuangan keluar dari pengakuan bahwa semua yang kita miliki berasal dari Tuhan 1 Taw. 2911-16; Rom. 147-9; 1 Kor. 619-20. Hidup di dunia merupakan penugasan sementara di mana setiap orang Kristen melihat diri mereka sebagai orang asing, penduduk sementara, tidak lebih hanya sebagai pelayan Tuhan. Semua yang kita miliki—talenta kita, waktu, dan harta—dipercayakan oleh Tuhan yang harus kita investasikan bagi kerajaan dan kemuliaan Tuhan 1 Pet. 117; 211; 410-11; Luk. 1911-26. Tanggung Jawab Bekerja Salah satu cara Tuhan menyediakan kebutuhan kita adalah melalui bekerja. Melalui pekerjaan kita bisa memenuhi kebutuhan diri dan keluarga kita 2 Tes. 36-12; Ams. 2527. Uang yang kita peroleh juga dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan Tuhan dan menolong mereka yang dalam kekurangan, Prioritas pertama adalah anak-anak Tuhan. Kedua, mereka yang ada di luar iman Gal. 66-10; Efe. 428; 3 Yoh. 5-8. Petunjuk Mengenai Menabung Dukungan Alkitab 1. Tuhan mengarahkan Yusuf untuk menyimpan atau menabung untuk masa depan Kej. 4135. 2. Menabung untuk masa depan menunjukan hikmat Tuhan dan dinyatakan ciptaan Tuhan lainnya Ams. 2120; 3024-25; 66-8. 3. Menabung untuk masa depan merupakan tanggung jawab pelayanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang diperkirakan maupun yang tiba-tiba 1 Tim. 58; 2 Kor. 1214. Petunjuk Alkitab 1. Menjaga pandangan yang benar akan kepemilikan. Ingat! Semua kekayaan kita berasal dari Tuhan. Kita adalah pengelola, bukan pemilik 1 Taw. 2911-16; Luk. 1612. 2. Menjaga pandangan yang tepat akan keamanan. Kita harus meletakan kepercayaan dalam Tuhan dan bukan pada kekayaan kita 1 Tim. 617. 3. Hati-hati terhadap motivasi, prioritas, dan alasan yang tidak murni dan tidak Alkitabiah mengenai menabung seperti kekhawatiran dan menimbun karena ketidakamanan atau ketamakan Mat. 625-33; Luk. 1213-31. 4. Keputusan mengenai masa depan harus dibawa dalam doa dan berserah pada kehendak Tuhan Yak. 413-15. 5. Jangan memberi dari tabungan atau investasi anda 1 Tim. 618-19; 1 Yoh. 317. 6. Hindari investasi yang beresiko tinggi spekulatif atau menjadi kaya dengan cara instan Ams. 215; 2820, 22; 1 Tim. 69. 7. Mengawasi prioritas. Menjadikan kerajaan Allah sebagai investasi nomor satu Mat. 620, 33; Luk. 1231; 1 Tim. 618-19. Petunjuk Mengenai Pengeluaran Kepuasan Kita harus belajar untuk puas dengan apa yang kita punya Fil. 411-13; 1 Tim. 66, 17-19; Ibr. 135. Saat kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki, kita bebas dari ketamakan dan perbudakan materialisme. Ini artinya kebebasan mengikuti Tuhan adalah kebebasan mengusahakan nilai dan tujuanNya. Bagaimana seseorang bisa mendapatkan kepuasan? Kepuasan merupakan hasil dari memiliki harta sorgawi dan meletakan seluruh kekhawatirannya kepada Tuhan, Bapa Sorgawi kita, yang berdaulat Mat. 619-33; 1 Pet. 56-7. Godaan Waspadalah terhadap godaan dan ajaran dunia Rom. 121-2; 1311-14; 1 Pet. 113-16; 58. Ada ratusan ajaran setiap hari yang menarik perhatian kita melalui televisi, radio, iklan, dan majalah—semua dibuat untuk mendorong kita membeli hal-hal yang tidak kita perlukan, dengan uang yang sebenarnya tidak kita punyai, untuk membuat kagum orang yang tidak kenal, dan untuk mendapatkan kebahagiaan yang semu. Mengevaluasi Pembelian Menurut Prinsip Alkitab 1. Apakah kita membayar secara tunai ataukah pembelian itu membuat kita harus berhutang? lihat petunjuk mengenai Kredit. 2. Apakah kita memiliki damai sejahtera mengenai hal itu? Rom. 1423; Kol. 315 Kita perlu mengawasi kedenderungan kita untuk merasionalisasi—memberikan jawaban menipu pada diri sendiri merupakan hal yang buruk. 3. Apakah itu suatu kebutuhan atau keinginan ketamakan? 1 Tim. 69; 1 Yoh. 215. Apakah itu berguna bagi keluarga, pertumbuhan rohani, kesehatan, pelayanan, nama Tuhan, dan meningkatkan kasih kita pada Tuhan atau sebaliknya menghalangi semua itu? 1 Tim. 34 58; 1 Kor. 612. 4. Apakah kita hidup dibawa standart atau di atas standart? Apakah gaya hidup yang kita terapkan adalah cukup atau boros? Apakah kita perlu mengurangi pengeluaran kita dengan mengurangi standar kepuasan? Mat. 633; Luk. 1215, 23; Ams. 1516-17; 168; Pengkh. 510-11. Petunjuk Mengenai Pinjam-Meminjam Prinsip Dasar 1. Alkitab mengajarkan memberi pinjaman daripada meminjam karena itu menghasilkan kebebasan dan pelayanan yang bijak Ul. 155-6. 2. Peminjaman atau hutang yang tidak bijak bisa membuat kita diperbudak Ams. 227. 3. Gunakan kredit sebijak mungkin dan hindari kredit sebisa mungkin. Walau tidak dihalangi oleh Alkitab, kredit pada umumnya dinyatakan dalam bentuk negatif. Roma 138 sering digunakan sebagai larangan untuk meminjam/berhutang, tapi ayat di atas tidak secara langsung melarang penggunaan kredit atau berhutang. Ayat tersebut jangan terlepas dari ayat-ayat sebelumnya, yan mana mengajarkan pentingnya seseorang membayar hutangnya baik secara fisik atau rohani diwaktu harus membayar. 4. Mengenai kredit ada 2 alternatif dasar a Beli sekarang dengan kredit dan bayar bersama dengan bunga. b Tabung sekarang dan beli kemudian dengan tunai dan simpan bunganya. Jaga Pinjaman Sekecil Mungkin 1. Bunga pinjaman menambah biaya hidup dan mengurangi kemampuan kita untuk melayani dengan baik. Jika kita harus meminjam, kita harus mencari bunga yang rendah dan jangka pendek. 2. Kredit bisa berbahaya karena itu bisa memperbudak orang kepada kreditor dan keinginan mereka daripada keinginan Tuhan. Itu membuat dorongan untuk terus membeli lebih kuat. Sistem dunia sangat tergantung pada pembelian sebagai penenang kebosanan dan frustasi hidup. 3. Kredit bisa menjadi pengganti kepercayaan pada Tuhan dan mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa menunggu waktu Tuhan. Kita menggunakan itu untuk mengurangi ketergantungan pada Tuhan. Kenapa? Karena kita sering takut Dia tidak memberikan apa yang kita inginkan saat kita menginginkannya Ps. 377-9, 34; 14711; Matt. 630-34; Fil. 419. 4. Kredit mengurangi kemampuan kita memberi pada Tuhan dan mereka yang membutuhkan. 5. Penggunaan kredit sering merupakan kegagalan untuk puas dengan apa yang telah kita miliki dosa ketidakpuasan Fil. 411; 1 Tim. 66-8; Ibr. 135. Orang yang materialistis tidak pernah puas, tapi yang mengandalkan Tuhan belajar untuk mencukupkan diri. Apa yang Jangan’ dalam Meminjam 1. Jangan membeli sesuatu dengan hutang jika itu akan menghancurkan kebebasan keuangan kita. 2. Jangan berhutang sekarang atas alasan masa depan seperti kenaikan harga atau penjualan yang lebih baik. Ini menyalahgunakan Tuhan dan kedaulatanNya. 3. Jangan berhutang untuk rumah sebelum anda memiliki sumber pendapatan Ams. 2427. 4. Jangan untuk kebutuhan sehari-hari, pengeluaran sehari-hari, atau untuk kesenangan. 5. Jangan menggunakannya untuk hal-hal yang nilainya berkurang dengan cepat, kecuali jangka waktunya sangat pendek yaitu, 30-90 hari. 6. Mengenai barang benilai, seperti rumah atau investasi bisnis, jangan meminjam di luar kemampuan anda. 7. Jangan mengijinkan hutang tidak termasuk gadai lebih dari 20 % take-home pay. Ambil yang 10 persen atau kurang. 8. Jangan ijinkan pembayaran gadai termasuk insuransi dan pajak lebih dari 25 atau 30 persen take-home pay. Pertanyaan yang Diperlukan Sebelum Meminjam 1. Apakah saya benar-benar membutuhkannya? 2. Apakah saya telah berdoa meminta Tuhan untuk itu dan menunggu cukup lama untuk dijawab olehNya? 3. Apakah saya tidak sabar dan ingin memuaskan kesenangan secepatnya? 4. Apakah Tuhan menguji iman, nilai, motivasi saya, dll.? 5. Apakah saya tidak membelanjakan uang yang Tuhan sediakan untuk barang itu dengan baik atau melanggar prinsip keuangan Tuhan? 6. Apakah saya bersalah karena Pelit “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan” Ams. 1124; 1125-27. Terburu-buru “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman” Amsal 2820. Malas “maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata” Amsal 2434. Petunjuk dalam Memberi Tuhan Mengharapkan Kita untuk Memberi 1. Melalui Karya AnugrahNya Melalui hubungan dengan Dia, memberi merupakan hasil karya anugrah Tuhan dalam hidup sehingga itu menghasilkan komitmen hidup seseorang pada Tuhan dengan pemberian yang mengalir keluar dari komitmen itu 2 Kor. 81-2, 6-7; 99-11. 2. Dalam Iman Dia telah berjanji untuk mencukupi seluruh kebutuhan kita; pemberian kita tidak akan menbuat kita kekurangan 2 Kor. 97; Fil. 419. 3. Dengan Memiliki Tujuan Kita memberi dengan perencanaan yang seksama dan dibawa dalam doa. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya” 2 Kor. 97. 4. Secara Teratur “Dihari pertama setiap minggu” menolong untuk mendorong ketekunan dan disiplin dalam memberi. Ini menciptakan konsistensi dan keteraturan yang menyatakan niat kedalam tindakan 1 Kor. 162. 5. Secara Pribadi “Biarlah setiap kamu” memenuhi kebutuhan setiap orang percaya dengan membuat pemberian sebagai tanggung jawab pribadi yang diberikan Tuhan 1 Kor. 162. 6. Secara Sistematis “sisihkan dan simpan” menimbulkan kebutuhan untuk memiliki metode atau system dimana uang untuk pekerjaan Tuhan secara khusus disisihkan, disimpan untuk diberikan, sehingga tidak digunakan untuk hal lain 1 Kor. 162. 7. Secara Proporsional / ada keseimbangan Dalam Perjanjian Baru, menyisihkan sebagian untuk diberikan sebagai persepuluhan telah digantikan oleh prinsip anugrah pemberian, secara sukarela, bertujuan, dan proporsional. Standar baru sekarang ini adalah “sesuai berkatNya” 1 Kor. 162, “memberi menurut kemampuan mereka” 2 Kor. 83, “Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.…” cf. 2 Kor. 812-15, Mark 1241-44, dan “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan” 2 Kor. 97. Kepada Siapa Kita Harus Memberi ? 1. Gereja Lokal. “Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu” Gal. 66; cf. juga 1 Tim. 517-18. Jika gereja lokal akan membentuk pusat pelayanan keluar, maka sudah sewajarnya jika itu menjadi prioritas pertama anda dalam memberi. 2. Organisasi lain dan Individu. Ini termasuk misi, kelompok para-church dan individu yang terlibat dalam pelayanan ini 3 John 5-8. 3. Sesama Orang Percaya yang Membutuhkan. Mereka yang tidak mampu menyokong diri sendiri atau yang menghadapi masalah serius harus ditolong sebisa mungkin. Mereka yang menolak bekerja jangan didukung 1 Yoh. 317; Jam. 215-16; Gal. 610; Heb. 1033-34; 131-3; 2 Tes. 36-10. 4. Orang Belum Percaya yang Membutuhkan. Prioritas pertama kita adalah mereka yang seiman, tapi kita juga menjangkau orang lain yang membutuhkan sebisa mungkin Gal. 610. Pemberian yang Proporsional Apa artinya memberi secara proporsional? Bagaimana itu menentukan berapa banyak yang harus diberi? Sangat mudah menentukan sepuluh persen dari seluruh jumlah pendapatan kita sebulan. Tetapi berapa banyak pemberian proposional itu? Apakah “sekehendak hatinya,” atau “sebanyak dia diberi,” atau “semakmurnya dia,” atau “jika ada kemauan maka baiklah memberi menurut apa yang didapat …” Sebanyak apa itu? 1. Itu bukan suatu jumlah tertentu, atau persentase tertentu, tapi suatu proporsi didasarkan atas apa yang dimiliki seseorang, kebutuhan seseorang, dan kebutuhan orang lain, termasuk pekerjaan Kristus atau pelayanan gereja lokal. 2. Mereka yang memiliki sedikit juga memberi semampu mereka 2 Kor. 82-3. 3. Mereka yang tidak memiliki apapun, jika ada kerelaan, tidak diharapkan memberi apapun 2 Kor. 812. 4. Mereka yang kurang kebutuhan pokok akan menerima dari mereka yang lebih sehingga ada keseimbangan 2 Kor. 813-15. Ini bukan socialism atau komunisme yang memaksa dan mengusahakan adanya kesamaan diluar keragaman lingkungan dalam bekerja, bakat, dan insentif pribadi cf. 2 Tim. 617f. 5. Tuhan tidak meminta mereka yang memiliki banyak untuk menjadi miskin atau membebani mereka yang kaya 2 Kor. 813. Keseimbangan yang dinyatakan dalam pemberian yang proporsional ada 2 sisi a Meliputi bantuan untuk menolong orang yang membutuhkan sampai mereka mampu secara keuangan melalui bekerja Ef. 428; 2 Tes. 310-15. Kita tidak memberi sehingga orang lain bisa hidup enak atau memiliki standar hidup yang sama dengan semua orang. b Ini menciptakan keseimbangan dalam pengertian bahwa mereka yang kurang memberi sesuai kemampuan demikian juga yang mampu sesuai dengan kemampuannya. 6. Mereka yang berkelimpahan harus kaya dalam pekerjaan baik, mereka harus menggunakan kelimpahannya dengan bebas untuk Kristus 2 Kor. 814; 2 Tim. 517-18. 7. Kemakmuran yang meningkat janganlah menghasilkan standar hidup yang terus meninggi, atau pengeluaran yang percuma,tapi peningkatan dalam memberi, tidak hanya jumlah tapi dalam persentase. Jika orang percaya masa kini berkomitmen pada pemberian yang proporsional, banyak orang yang akan memberi lebih dari sepuluh persen. Statistik menunjukan, sebagian besar orang percaya memberi kurang dari 3-5 persen. Definisi Pemberian yang Proporsional Pemberian yang proporsional adalah pemberian yang sesuai dengan berkat Tuhan, sebagai pelayan yang ingin menginvestasikan hidupnya dalam kekayaan surgawi. Pemberian yang proprosional tidak berarti memberi lebih, tapi memberi sebagian besar dari pendapatan seseorang—bagian terbesar diberikan untuk pekerjaan Tuhan. Dalam Pemberian yang Proporsional 1. MOTIF KITA dalam memberi adalah berkat Tuhan, untuk meningkatkan buah dan mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan 2 Kor. 98-15. 2. UKURAN KITA dalam memberi adalah berkat material dari Tuhan 1 Kor. 162. Ilustrasi mengenai Pemberian yang Proporsional Orang percaya A memiliki pendapatan $20,000 setahun dan dia memberi sepuluh persen yaitu $2,000. Orang percaya B memiliki pendapatan $50,000 setahun dan memberikan sepuluh persen yaitu $5,000. Orang percaya B telah memberi $3,000 lebih banyak dalam setahu tapi ini tidak proporsional karena Orang percaya A hanya memiliki $18,000 untuk dihidupi dan Orang percaya B masih memiliki $45,000, dua kali lebih banyak. Orang percaya B bisa memberi 20 persen $10,000 dan masih memiliki $40,000 tetap dua kali lebih banyak dari Orang percaya A. Orang percaya B tidak hanya harus memberi lebih banyak tapi secara proporsi juga harus lebih banyak. Janji untuk Pemberi yang Murah Hati Luke 1610-11 Umumnya, Tuhan tidak mempercayakan kekayaan yang lebih banyak pada kita sampai kita terbukti setia dengan apa yang kita punya sekarang. 2 Korintus 98-11 Pemberian kita tidak akan membuat kita kekurangan; Tuhan tidak saja menyediakan apa yang telah kita berikan, tapi dia akan meningkatkan kemampuan kita dalam memberi saat kita memberi dengan limpah. Tujuannya disini bukan untuk meningkatkan kekayaan pribadi, tapi pemberian. Tantangan Alkitab Mengenai Kekayaan Duniawi Dimana Harta Kita? Prinsip Dasar Apa yang kita kumpulkan menentukan cara pandang kita akan nilai hidup Mat. 622-23. Pandangan Alkitab Harta kita ada di sorga Mat. 619-20. Alasan Alkitab 1. Harta kita permanent di sorga Mat. 620; 1 Pet. 14. 2. Harta dibumi itu sementara dan bisa hilang. Kita tidak bisa membawa harta dunia kita ke sorga Luk. 1220-21; 1 Tim. 67. 3. Harta dunia kita tidak memuaskan karena tidak bisa membeli kebahagiaan sejati Yes. 551-3; Luk. 1215, 23; Pengkhotbah. 510. 4. Harta dunia kita tidak bisa memperpanjang hidup atau memberikan keamanan Luk. 1216-21. 5. Harta kita menentukan prioritas kita. Tanpa harta yang benar, kita akan mengejar hal yang salah dan menyia-nyiakan hidup kita Matt. 621; Luk. 1234; 1 Tim. 69-10; Lukas 1923-26. 6. Harta terbesar kita adalah kesalehan/kebajikan, yaitu hidup yang penuh ucapan syukur 1 Tim. 66; Ibr. 135; Fil. 411-12; Ams. 1517; 168; 171. Penjelasan Alkitab Harta sorgawi terdiri dari mahkota, upah, dan tanggung jawab yang diberikan pada orang percaya dikursi penghakiman Kristus bagi pelayan yang setia Luk. 1916-19; 1 Kor. 312-15; 925; 1 Tes. 219; 2 Tim. 48. Harta terutama adalah Tuhan dimuliakan 1 Pet. 411; Why. 49-11. Siapa Tuan Kita ? Seorang pelayan tidak bisa melayani dua tuan. Kita tidak bisa melayani Tuhan sekaligus melayani Mamon materialisme Luk. 161-13; Mat. 624. Alasan Alkitab Tidak mungkin melayani dua tuan disaat yang sama. “ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain” Luk. 1613. Pandangan Alkitab 1. Lukas 161-2 Hidup adalah pelayanan dan kita adalah pelayan Tuhan yang bertanggung jawab atas pelayanan yang dipercayakan pada kita. Berhenti berpikir seperti pemilik. Mulai berpikir seperti manajer/penatalayanan/pengelola. 2. Lukas 161, 11-12 Kita memboroskan milik Tuhan dalam hidup kita atau menginvestasikannya dengan bijak bagi kemuliaanNya? 3. Lukas 1610 Uang, dalam nilai sejatinya, merupakan hal “kecil”, tapi, kesetiaan dalam hal kecil uang merupakan tanda kesetiaan kita dalam hal besar nilai kekal. 4. Lukas 1611 Penggunaan uang adalah ujian dari kesetiaan kita. 6. Lukas 1611 Uang tidak menunjukan kekayaan yang sebenarnya. 6. Lukas 1612 Uang harus digunakan secara bijak dan setia sebagai bagian dari pelayanan kita kepada Tuhan. 7. Lukas 1612 Uang dan pendapatan, jika kita tidak hati-hati, bisa menjadi tuhan/berhala kita. Tantangan Alkitab 1. Apakah saya hamba uang dan harta duniawi? Apakah mungkin saya tidak mengetahuinya? Kita harus memilih antara melayani uang atau Tuhan! 2. Apakah saya mengorbankan kualitas seperti Kristus dan tanggung jawab dalam mengejar harta dunia? a hati nurani yang murni; b kejujuran, moral; c Persahabatan; d Kehidupan keluarga istri, suami, anak, saudara; e Reputasi; f Kemuliaan Tuhan, dll. 3. Apakah saya lebih peduli pada harta dunia dan masalah keuangan daripada hubungan saya dengan Tuhan dan kebenaran-Nya? a Apakah prioritas saya; b Bagaimana dan di mana saya menghabiskan waktu; c Apa yang paling saya pikirkan— apakah itu uang atau hubungan dengan Tuhan, atau bagaimana mengembangkan kehidupan iman saya? 4. Apakah saya mencari uang dan harta dunia? prestise, kuasa, kedudukan, kesenangan, kepemilikan, dll. Semua itu bisa Tuhan berikan a Kebahagiaan, sukacita sejati; b Kepuasan; c Damai dalam Pikiran; d Keamanan; e Tujuan dan arti hidup. Jika jawaban anda ya, maka uang telah menjadi tuhan atas dirimu! Renungkanlah!!! Kesimpulan Setelah mempelajari prinsip-prinsip ini, tanyakan hal ini Apakah saya mau memberi diri pada konsep ini sebagai cara hidup untuk menjadi anak Tuhan atau pelayan Tuhan yang baik? Biarlah Tuhan menjauhkan kita dari berhala patung lembu emas materialisme. Firman Tuhan, “Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” 1 Petrus. 117-19. J. Hampton Keathley III, adalah seorang gembala jemaat dan pengajar dari Dallas Theological Seminary. Hampton menulis banyak artikel untuk Biblical Studies Foundation dan mengajar Kitab Perjanjian Baru Yunani di Moody Bible Institute, Amerika Serikat.
Skip to content Kalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikel Home » Perencana Keuangan » Ampuh! 7 Cara Mengatur Keuangan dengan Baik dan Benar Dibaca Normal 9 Menit Ampuh! 7 Cara Mengatur Keuangan dengan Baik dan Benar Apakah selama ini Anda memiliki rencana yang matang dalam mengatur keuangan? Jika ya, seperti apa pengaturan keuangan yang Anda lakukan? Ayo simak beberapa referensi cara mengatur keuangan di artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca! Summary Mengatur keuangan sangat penting untuk mengantisipasi pengeluaran yang tidak terduga di masa depan. Dalam mengatur keuangan, Anda perlu menyiapkan anggaran keuangan, belajar menabung sejak dini, hindari utang, membuat catatan keuangan, mengatur prioritas, membuat rencana masa depan, serta berinvestasi. Pentingnya Mengatur Keuangan Cara Mengatur Keuangan dengan Baik dan Benar 1 Menyiapkan Anggaran Keuangan 2 Belajar Menabung Sejak Dini3 Hindari Melakukan Utang Piutang 4 Membuat Catatan Keuangan 5 Atur Anggaran Sesuai Prioritas 6 Bayangan Kehidupan Masa Depan 7 Mulai Berinvestasi Rencanakan Keuangan Mulai Sekarang Pentingnya Mengatur Keuangan Mengatur keuangan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Terkadang kita juga masih keliru dan banyak melakukan kesalahan dalam mengelola uang. Sehingga banyak terjadi pengeluaran yang tidak terduga. Di usia yang masih sangat muda, kita tentu harus mengetahui bagaimana cara mengelola keuangan yang baik dan benar. Karena di masa mendatang akan memerlukan banyak sekali kebutuhan. Bukan hanya kebutuhan di masa yang akan datang saja. Tetapi kita juga perlu mengendalikan keuangan ini guna menghadapi keadaan-keadaan yang membutuhkan biaya di masa mendatang. Seperti dalam kondisi sakit, atau kondisi lain yang membutuhkan dana lebih. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mengelola uang yang dimiliki. [Baca Juga 7 Cara Mengatur Keuangan Pribadi Yang Baik dan Mudah] Cara Mengatur Keuangan dengan Baik dan Benar Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatur uang yang dimiliki. Meskipun setiap orang memiliki caranya masing-masing dan juga kebutuhan yang berbeda, namun tetap dengan satu tujuan yang sama. Yaitu guna memiliki uang lebih, atau memiliki jaminan masa depan yang lebih cerah. 1 Menyiapkan Anggaran Keuangan Anggaran keuangan ini sangat diperlukan guna mengatur rencana keuangan kedepannya. Dengan adanya anggaran ini bisa dijadikan acuan untuk membeli berbagai kebutuhan. Sehingga Anda harus berpikir ulang jika mengeluarkan budget di luar anggaran tersebut. Karena jika tidak terdapat anggaran tersendiri dalam sebuah keuangan maka akan terjadi pengeluaran-pengeluaran yang tidak terduga. Dengan adanya anggaran dana ini maka cukup tidak cukup akan tetap pada nominal yang sama. Sehingga uang yang ada di luar anggaran ini tidak boleh digunakan kecuali dalam keadaan-keadaan darurat. [Baca Juga Inilah 15 Tips Menyusun Anggaran Keuangan Yang Benar] 2 Belajar Menabung Sejak Dini Menabung merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan. Bahkan mulai dari anak-anak pun penting untuk diajarkan menyisihkan uang atau menabung. Karena dengan kegiatan menabung ini maka uang yang kita miliki akan terus bertambah dan bisa digunakan ketika dibutuhkan dalam keadaan darurat. Selain untuk keadaan darurat, menabung juga akan membantu masa depan Anda lebih cerah. Baik itu masa depan yang terencana maupun masa depan yang tidak terencana. Untuk bisa menabung lebih banyak lagi, maka Anda bisa mulai perlahan memperbaiki gaya hidup. Yaitu dengan membeli barang-barang yang memang dibutuhkan dan tidak membeli apa yang diinginkan melainkan apa yang dibutuhkan. Serta uang yang tersisa dapat dimasukkan dalam tabungan tersebut. Karena kita biasanya lebih banyak membeli apa yang diinginkan ketimbang apa yang dibutuhkan. Tak hanya untuk orang dewasa yang ada di rumah, cara menabung juga harus diajarkan pada anak-anak. Mereka akan bisa membiasakan dan mempelajari konsep hemat di masa mendatang dengan lebih mudah, untuk mencegah perilaku konsumerisme dan hedonisme. [Baca Juga Kenapa Harus Mengajarkan Anak Menabung Sejak Dini?] 3 Hindari Melakukan Utang Piutang Dengan Anda melakukan utang maka akan menambah beban setiap bulannya. Pasalnya dengan adanya utang ini akan menghambat perencanaan keuangan untuk ke depannya. Karena jika dengan memiliki utang maka Anda harus menyisihkan sebagian penghasilan yang dimiliki untuk membayar utang tersebut pada setiap bulannya. Maka dari itu sebaiknya mulai sekarang mulailah melunasi utang-utang yang Anda miliki. Mulailah menyisihkan sedikit demi sedikit uang yang tersisa untuk masa depan yang lebih cerah. Apalagi, untuk utang yang sifatnya konsumtif. Sebisanya, hindari melakukan kegiatan tersebut untuk menyelamatkan keuangan Anda. 4 Membuat Catatan Keuangan Tips mengatur keuangan yang keempat adalah dengan membuat catatan keuangan. Catatan keuangan ini dapat digunakan untuk mengetahui pengeluaran-pengeluaran apa saja yang Anda lakukan dalam bulan tersebut. Serta juga berapa pemasukan dalam bulan tersebut, sehingga di bulan-bulan berikutnya Anda dapat mengeliminasi atau mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak dibutuhkan. Dana yang seharusnya digunakan untuk pengeluaran yang tidak dibutuhkan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan yang lain yang lebih mendesak. [Baca Juga Manfaat Catatan Keuangan dan Cara Membuatnya] 5 Atur Anggaran Sesuai Prioritas Mulai saat ini Anda bisa mulai mencatat anggaran yang biasa dikeluarkan dalam bulan tersebut. Anggaran ini hanya digunakan untuk kebutuhan kebutuhan yang penting saja. Seperti makanan pakaian ataupun pembayaran pembayaran tagihan listrik maupun air. Selain itu, sisihkan sebagian uang untuk dana darurat pada bulan tersebut. Jika pada bulan tersebut tidak terjadi keadaan darurat yang membutuhkan uang, maka uang tersebut akan dimasukkan ke dalam tabungan. Dengan menentukan anggaran pada setiap bulannya ini, maka keadaan keuangan Anda akan lebih stabil dan juga sisa uang dalam 1 bulan tersebut lebih tertata dan bisa disisihkan. 6 Bayangan Kehidupan Masa Depan Selain kegiatan diatas, Anda juga bisa mengatur keuangan dengan berbekal bayangan masa depan. Karena dengan memiliki impian-impian di masa yang akan datang maka akan membuat kita lebih semangat lagi untuk terus bekerja keras dan menyisihkan sedikit uang. Cara mengelola keuangan ini berasal dari pikiran yang Anda miliki dan juga keinginan Anda. Maka pengaruh yang berasal dari kekuatan mimpi yang Anda miliki ini bisa cukup besar dalam mempengaruhi kebiasaan-kebiasaan guna mengelola finansial atau keuangan secara lebih baik lagi. 7 Mulai Berinvestasi Kegiatan investasi ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat menguntungkan. Karena dengan adanya investasi ini maka kita sama saja menyimpan atau menyisihkan sebagian dana kita kepada beberapa saham. Sehingga kita akan mendapatkan keuntungan pula dibalik investasi tersebut. Dengan adanya investasi ini maka masa depan Anda sudah tidak perlu ditakutkan lagi. Karena sudah pasti terjamin dengan adanya investasi tersebut. Apa saja sih jenis investasi itu? Anda bisa mencoba reksa dana, saham, dan juga cryptocurrency. Semuanya bisa menjadi peluang investasi yang baik untuk masa depan. Apalagi jika Anda merupakan seseorang yang tekun dalam memaksimalkan potensi diri dan juga lebih telaten ketika mengamati sistemnya. Nah, bagi Anda yang ingin mempelajari investasi khususnya reksa dana, Anda bisa membaca ebook Finansialku di bawah ini. Anda akan menemukan tips cara memilih reksa dana yang tepat agar tidak salah langkah dalam berinvestasi. Rencanakan Keuangan Mulai Sekarang Kesimpulan dari beberapa hal diatas adalah terdapat banyak cara untuk mengatur keuangan yang Anda miliki saat ini. Dengan mengikuti cara-cara di atas maka keadaan finansial yang tadinya berantakan bisa menjadi lebih baik lagi. Serta juga terdapat sisa dana yang bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak atau pun bisa dimasukkan ke dalam tabungan guna kehidupan di masa depan yang lebih layak. Jika Anda masih merasa kesulitan atau ada kendala dalam merencanakan keuangan, tak ada salahnya untuk diskusi dan konsultasi dengan ahli keuangan terpercaya. Anda bisa hubungi perencana keuangan Finansialku untuk mendapat solusi terbaik atas kendala Anda. Hubungi perencana keuangan Finansialku di menu Konsultasi Keuangan’ di aplikasi Finansialku, atau lewat WhatsApp di nomor 0851 5866 2940. Apakah Anda sudah mulai memiliki rencana terbaik untuk memaksimalkan dana di masa mendatang? Diskusikan ide Anda dengan berbagi artikel Finansialku ini pada teman-teman yang tertarik juga pada financial planning. Terima kasih. Editor Maria Christianti Sumber Referensi Admin. 5 Cara Mengelola Keuangan Secara Baik dan Optimal. – Sumber Gambar Cover – Ike Nofalia, adalah seorang ibu rumah tangga yang saat ini bekerja sebagai penulis freelance. Memiliki background S1 Teknik Informatika, di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Sejak tahun 2013 sampai saat ini bekerja sebagai content writer, dan mempunyai pengalaman sebagai admin web, marketing web online, admin sosmed, dan sedang menggeluti bisnis online. Related Posts Page load link Go to Top
tips mengatur keuangan menurut firman tuhan